Judul di atas diambil dari quote Captain America: The First Avenger. Ketika Steve menjelaskan ke Peggy Carter tentang susahnya mengajak seorang wanita untuk berdansa sama dia, sementara tubuhnya jauh dari kata ideal, dan dia bilang kalau dia hanya bisa menunggu the right partner. Maksudnya Steve Rogers adalah partner yang bisa menerima dia apa adanya, badannya yang kurus kecil, sifatnya yang nggak bisa memperlakukan wanita dengan baik dan lainnya. Buat temen-temen yang punya self confident issue kaya gue gini mungkin akan menjawab seperti Steve Rogers ketika ditanya "mana pacarnya?", terkadang nyebelin juga kalo ditanya "pacar lo mana?" atau "kapan mau nikah?" padahal umur gue belom mateng-mateng banget untuk nikah. Tapi sejujurnya khayalan tentang masa depan bareng the right partner itu sering banget muncul. Belum jelas sama siapa, tapi siapa sih yang nggak membayangkan seseorang yang sempurna?
Ada beberapa tipikal pria yang gue harap bisa menjadi my right partner. Ada yang menginspirasi, tapi dia cuma fictional character. Ada yang memotivasi, tapi dia cuma penyanyi idola. Ada yang pernah selalu bikin semangat kuliah, tapi dia dosen. Ada yang sering ditemuin bahkan suka mampir ke rumah, tapi hatinya ada di wanita lain. Ada yang udah kenal dari masa sekolah, gak pernah berenti ngobrol, sering curhat, bahkan saling merasa nyaman, tapi sering ngajakin berantem dan bikin galau karena ego kita yang sama-sama tinggi. Ada lagi yang bisa mengimbangi sifat gue, bisa selalu bikin seneng hanya dengan mengingatnya, punya minat dan kesukaan yang sama, bisa membimbing dan bisa buat gue menjadi orang yang lebih baik, humoris, dewasa, berwawasan luas, tapi...............beda keyakinan.
Sampai saat ini gue masih menanti my right partner. Dari beberapa deskripsi yang gue jelasin di atas tadi, yang terakhirlah yang masih terasa sampe sekarang. Memang baru sekitar satu bulan I decided to leave him. Ya, gue yang suka gue juga yang meninggalkan, for us. Demi seseorang yang sedang ia jaga perasaannya dan demi perasaan gue juga. Awalnya memang nggak kebayang bagaimana gue bisa ngejalanin hari tanpa dia. Dia yang selalu mau mendengarkan gue, dia yang selalu menasihati gue, dia yang selalu membuat gue bahagia, dia yang paling mengerti gue.. It's not easy seriously. But that's that. "Belajar untuk Myla supaya makin tambah mateng dan dewasa ya" he said, then I will :)
Well, but I thank God for them thou. Mereka yang pernah menjadi 'guru' dalam hidup gue, membuat gue manjadi seorang yang pernah rapuh namun bisa kembali utuh, meskipun MOSTLY yang menolong pada saat-saat itu adalah diri gue sendiri dan Tuhan. I will never forget them. Thank you.
Semoga dengan memilih jalan yang berbeda, kita bisa diprtemukan lagi di lain waktu dan di lain tempat dengan semua yang baru. Perasaan baru...yang jauh lebih baik dari sekarang. Buat kamu, terlalu banyak kata 'terima kasih' yang mau aku ucapin. Terima kasih untuk segala-galanya. Terima kasih sudah menjadi kamu, yang baik..sangat sangat baik. Semoga kamu selalu bahagia, semoga hal-hal yang pernah aku tulis buat kamu di dalam jar itu segera menjadi kenyataan, including 'hope you'll find someone who sees you wonderful like I do' :)














